Recent Posts

Rabu, 12 Oktober 2011

tahap-tahap penyusunan karya ilmiah


Dalam menyusun karya ilmiah ada berbagai tahapan yang diperlukan antaralain adalah sebagai berikut :
1.       Tahap Persiapan;
2.      Tahap Pengumpulan Data;
3.      Tahap Pengorganisasian atau Pengonsepan;
4.      Tahap Penyuntingan Konsep; dan
5.      Tahap Penyajian.
         I.     Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, penulis suatu karya ilmiah harus mempersiapkan topik. Hal ini berarti penulis harus menentukan apa yang dibahas dalam tulisan. Kadang-kadang topik ditentukan oleh dosen, tetapi kadang pemilihan topik ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri secara bebas. Topik dapat dipilih misalnya mengenai persoalan kemasyarakatan, pertanian, manajemen, sumber daya manusia, hukum, dan sebagainya.
Tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya.
Dalam tahap persiapan kita terlebih dahulu menentukan suatu topik  karena topik hal penting dalam penulisan karya ilmiah. Dalam menuliskan topik kita harus memahami dan mengerti hal-hal yang memudahkan kita untuk menguraikan topik yang kita buat itu.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menuliskan topik antaralain adalah sebagai berikut:
  1. Topik itu ada manfaatnya dan layak unuk dibahas. Ada manfaatnya, mengandung pengertian bahwa bahasaan topik tersebut akan memberikan sumbangan bagi ilmu. Layak dibahas, mengandung pengertian topik tersebut layak dibahas dan sesuai bidang yang ditekuni penulis ;
  2. Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis, karena memudahkan penulis untuk melakukan suatu penelitian dan memudahkan penulis mengetahui hal-hal sekitar penelitiannya;
  3. Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yang ada, terutama bagi penulis dan pembaca. Karena jika suatu karya tulis memiliki topik yang menarik membuat seseorang mempunyai keinginan yang besar untuk membaca sehingga jika banyak pembaca maka banyak saran yang masuk sehingga menyempurnakan karya ilmiah kita;
  4. Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai. Bahan  tersebut harus memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi, sehingga memudahkan kita untuk mengembangkan  karya ilmiah kita;
  5. Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas, karena jika pembahasan tidak terpusat maka karya ilmiah akan menuju ke hal-hal yang tidak penting yang sehingga banyak kata atau kalimat yang terbuang secara mubazir dan tidak sesuai dengan topik yang sudah di buat. Namun, topik yang terlalu sempit akan menyebabkan topik terlalu khusus dan tidak dapat digeneralisasikan
  6. Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit dan harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi;
Setelah kita menentukan topik, langkah selanjutnya adalah menentukan judul. Judul adalah label atau nama suatu karangan. Judul juga harus sesuai dengan topik karya ilmiah dan jelas ( tidak bermakna ganda ). Penulisan judul harus sesuai dengan isi-isi daripada karya ilmiah yang kita buat. Judul tersebut harus menarik dan mempunyai makna yang tersirat, karena jika mempunyai makna yang baik membuat orang ingin membaca karya ilmiah kita. Menurut Arifin ( 2003 : 9 ) penentuan judul karya ilmiah dapat ditempuh dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan. Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandung unsur 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).
Pertama, kita bertanya dengan pertanyaan masalah apa. Jawaban yang kita temukan bermacam-macam, sehingga kita akan memilih masalah yang dekat dengan kita atau menarik bagi kita. Oleh karena itu kita akan mencari judul karya ilmiah yang mempunyai penalaran yang banyak sehingga kita bisa menalarkan suatu karya ilmiah agar lebih baik.
Agar karya ilmiah memiliki masalah yang tidak terlalu luas dan dan tidak terlalu sempit,  judul karya ilmiah di atas harus dibatasi lagi, misalnya dengan menyebut suatu tempat. Pertanyaan di mana  akan menjawab mengenai objek yang diteliti. Kalau pertanyaan di mana dirasa masih terlalu luas, pertanyaan kapan  dapat mempersempit judul karya ilmiah. Pertanyaan kapan akan memberikan jawaban tanggal, bulan, tahun, dan pernyataan yang berhubungan dengan waktu.
Adakalanya judul disertai pula dengan subjudul yang tujuannya untuk membatasi judul dan keterangan pada judul utama. Oleh karena itu, antara judul utama dan subjudul harus di sertai dengan titik dua ( : ) . Contohnya , Peningkatan Produksi Sapi Potong di Jawa Timur Tahun 2010 : Segi Kualitas dan Kuantitas.
Bagian akhir dari tahap persiapan adalah pembuatan kerangka karangan. Dalam membuat kerangka karangan adalah melakukan pembimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan. Kemudian membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.
 Misalnya, penulisan karya ilmiah mengambil topik mengenai Motivitas dan Kepemimpinan  dengan judul Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Santika Jogjakarta. Hal-hal yang akan dibahas berkenaan dengan judul itu, antara lain  “manajemen sumber daya manusia” , “motivasi” ,  “kepemimpinan“ , dan “kepuasan kerja”. Hal-hal tersebut dapat dijadikan empat judul bab analisa. Bab-bab tersebut adalah dapat dirinci dengan memecahkan menjadi beberapa bagian. Misalnya “motivasi” dapat dipecahkan lagi menjadi “pengertian motivasi”,“teori motivasi”, ”motivasi&perilaku”.
Setelah disusun menjadi bab dan subbab, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka karangan. Dengan tujuan agar pembuatan kerangka karanganan mengarahkan penulis agar fokus dalam analisinya.
Contoh kerangaka karangan :
Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan CV. Permata Mandiri
1.    Manajemen Sumberdaya  Manusia.
2.    Motivasi
2.1    Pengertian Motivasi
2.2    Teori Motivasi
2.3    Motivasi dan Perilaku
3.    Kepemimpinan
3.1    Pengertian Kepemimpinan
3.2    Teori Kepemimpinan
3.3    Tipe Kepemimpinan
3.4    Fungsi Kepemimpinan
4.    Kepuasan Kerja
4.1    Pengertian Kepuasan Kerja
4.2    Teori Kepuasan Kerja
4.3    Faktor yang mempengaruhi kepuasan Kerja
4.4    Manfaat Kepuasan Kerja
4.5    Pengukuran Kepuasan Kerja
Jika kerangka karangan sudah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah membuat daftar isi. Dalam daftar isi, kerangka karangan diletakkan pada bab 2 karya ilmiah. Pembuatan daftar isi disesuaikan dengan jenis penelitian kuantitatif atau kualitatif. Daftar isi juga harus sesuai dengan referensi kita mengambil dari manakah kita mengambil referensinya, dan penulisan daftar isi harus benar dan sesuai dengan ketentuan. Misalnya penulisan dari daftar pustaka :
1.    Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004, Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Bogor : IPBPr.
      II.     Tahap Pengumpulan Data
Tahap pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan peristiwa, mencari informasi melalui wawancara informan, mencari informasi melalui pencatatan dokumen dalam kartu data, melakukan eksperimen di laboratorium, melakukan  rekaman audio,  dan catatan lapangan yang lengkap yang diperlukan dalam tahap-tahap penelitian.
Pada tahap pengumpulan data hal yang di lakukan antara lain sebagai berikut  :
1.      Pencarian berbagai  keterangan dari bahan  bacaan atau referensi tentang karya tulis yang kita buat.
2.      Pengumpulan  keterangan  dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.
3.      Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.
4.      Melakukan percobaan di labolatorium atau pengujian data di lapangan.
   III.     Tahap Pengonsepan
 Setelah kita mengumpulkan berbagai data yang kita peroleh,  maka tahap selanjutnya tahap pengonsepan data. Pada tahap pengonsepan ini adalah kita melakukan penyeleksian data yang kita peroleh dari berbagai refensi dan sumber media yang membantu proses dalam karya ilmiah kita dan kemudian kita mengelompokan bahan dari berbagai referensi.
Dalam pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang termasuk dalam karya ilmiah, data yang terkumpul di seleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data, kemudian menentukan juga data yang akan dipergunakan dalam penelitian selanjutnya dan menyimpan data yang lain yang mungkin diperlukan dalam tahap penelitian berikutnya dan dijadikan sumber informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada pertanyaan dari karya ilmiah kita.
Setelah tahap reduksi data dirasa cukup, maka penulis melakukan analisis data sesuai permasalahan karya ilmiah kita. Tapi pada tahap pengonsepan karya ilmiah harus sesuai dengan urutan dalam kerangka karanagan yang telah ditetapkan.
   IV.     Tahap Penyuntingan
Sebelum mengetik konsep, penelitian harus memeriksa data yang sudah dianalisis tersebut. Hal-hal yang tidak koheren atau penjelasan yang berulang-ulang dapat diedit. Pada tahap ini, kalau ada data yang dirasa masih kurang maka perlu adanya perbaikan dan melengkapi data tersebut dengan tambahan-tambahan informasi yang diperlukan.
Tahap ini juga termasuk perbaikan dalam segi kebahasaan penelitian karya ilmiah itu. Jika ada data yang perlu di edit atau membuang data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah. Dalam mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain dan menghidari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam pemilihan penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan karya ejaan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
      V.     Tahap penyajian
Dalam tahap penyajian, peneliti siap menyusun karya ilmiah tersebut untuk dibaca orang lain. Maka, penataan segi teknis dan materi harus diperhatikan dengan cermat oleh peneliti karya ilmiah.
Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :
1.      Segi kerapian dan kebersihan karya ilmiah itu.
2.      Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal pada halaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar table, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
3.      Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misal standar penulisan kutipan, catatan kaki, dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.


semoga dapat bermanfaat

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More